Artikel
Sejarah Desa Tiremenggal
Desa Tiremenggal adalah salah satu desa diantara 26 desa yang ada di kecamatan Dukun kabupaten Gresik. Desa Tiremenggal terdiri dari 2 Dusun yaitu Dusun Tiremenggal dan Dusun Kaliagung dan terletak di perbatasan wilayah sebelah selatan Kabupaten Lamongan yang di aliran sungai Bengawan solo. Kondisi ini menyebabkan letak desa Tiremenggal sangat rawan dengan Bencana banjir dari luapan air Bengawan solo, sudah 4 (empat) kali kena banjir karena tangkis Bengawan solo jebol/putus.
Menurut berbagai sumber sejarahnya, asal usul Desa Tiremenggal adalah bermula dari perjalanan beberapa murid dari Sunan Giri, murid-murid Sunan Giri ini merantau dari suatu tempat ketempat lain untuk melakukan syiar agama Islam. Hingga pada suatu hari mereka sampai di suatu tempat dipinggir Bengawan solo, mereka kelelahan dan beristirahat, pada saat itu hari sudah gelap akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam.
Pagi harinya, setelah sholat subuh mereka bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu, tapi baru beberapa saat berjalan mereka bertemu dengan seorang yang sedang bertapa dengan memejamkan mata (merem) mereka menunggu orang yang sedang bertapa itu seharian, karena mereka ingin tahu siapa sebenarnya orang itu dan karena tidak satupun diantara murid-murid Sunan Giri ini yang tahu nama tempat ini, akhirnya mereka menyebut tempat ini dengan sebutan " Tirem".
Setelah sehari mereka menunggu akhirnya orang yang sedang bertapa ini membuka matanya dan berbincang – bincang ternyata orang tersebut adalah murid dari Sunan Giri juga, yang bernama " Mbah Ahmad " beliau ini adalah seorang yang masih keturunan arab Yaman yang merantau untuk mensiarkan agama Islam dan karena tempat ini sangat cocok untuk kosentrasi beribadah kepada Allah, Mbah Ahmad mempunyai kebiasaan setiap bertapa selalu memejamkan matanya seolah-olah orang yang sudah meninggal dunia (wafat). Akhirnya semua murid Sunan Giri sepakat untuk tinggal ditempat ini dan mensyiarkan agama Islam bersama dengan Mbah Ahmad, kemudian mereka menanamkan tempat ini dengan sebutan "Desa Tirem".
Dan disebelah Desa Tiremen tepatnya disebelah barat ada sebuah kali besar yang airnya tidak pernah kering, kali (sungai kecil) ini selalu agung (airnya penuh) sehingga kali ini menjadi tumpuhan penduduk setempat baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk lahan pertanian, karena sungai tidak pernah kering itulah sehingga tempat itu dinamakan atau dikenal dengan sebutan "Kali Agung" yang sekaligus menjadi nama Dusun Kaliagung.
Namun menurut fersi lain tempat itu disebut Dusun Kaliagung karena tempat itu ada banyak kali (sungai kecil), sungai tersebut dimanfaatkan penduduk setempat sebagai kebutuhan sehari-hari misalnya Kali malang, kali makam, kali cilik, kali gedhe, kali kebun, kali ganggang, semua itu bermuara ke kali besar yang tak pernah kering.
Seiring dengan berjalannya waktu kedua dusun tersebut (Tirem dan Kaliagung) melakukan aktifitas masing-masing dan mereka hidup dengan rukun dan damai sebagai tetangga dan di saat Pemerintah mulai menerbitkan administrasi wilayah (Otonomi Daerah) sehingga dusun tersebut sepakat dalam musyawarah desa yang dihadiri oleh Tokoh-Tokoh Masyarakat dijadikan desa menjadi nama Desa Tiremenggal, bahasa Enggal menurut jawa adalah Anyar (baru) itulah sebutan tempat sampai sekarang.
Musrenbangdesa
Tiremenggal Bersholawat
KEGIATAN GUNUNGAN DESA TIREMENGGAL
Persyaratan Layanan Akta Kelahiran
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Membangun Desa Lewat Gotong Royong

